Pemuda dan Mahasiswa Rumpin Gelar Bukber di Jalan Rusak sebagai Bentuk Protes

Senin 31-03-2025,01:56 WIB
Reporter : Edwin Suwandana
Editor : Edwin Suwandana

BogorAktual.id – Sejumlah pemuda dan mahasiswa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menggelar buka puasa bersama (bukber) dengan cara tak biasa pada Minggu (30/03/2025). Mereka memilih badan jalan yang rusak parah dan dipenuhi lubang besar sebagai lokasi acara, sebagai bentuk sindiran terhadap lambannya perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.

Aksi yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) ini diawali dengan pembagian takjil kepada pengendara motor dan mobil. 

Menurut Ibnu Sakti Mubarok, salah satu alumni HMR, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan para pemimpin di Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat akan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di Kecamatan Rumpin.

Ibnu, yang juga merupakan alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), menilai bahwa warga Rumpin seperti anak tiri karena kurang mendapat perhatian, meskipun daerah tersebut telah dieksploitasi sumber daya alamnya selama puluhan tahun.

“Derita yang kami alami ini ganda. Pertama, sumber daya alam kami terus dikuras. Kedua, infrastruktur, khususnya jalan, dalam kondisi yang sangat buruk,” ujarnya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), perhatian terhadap pembangunan di Kecamatan Rumpin semakin meningkat.

“Kami tidak ingin hanya sumber daya alam kami yang dimanfaatkan, tetapi kami juga ingin mendapatkan timbal balik yang setimpal,” tambahnya.

Dukungan terhadap aksi ini juga datang dari warga sekitar. Fahri, seorang pengendara motor, mengapresiasi langkah pemuda dan mahasiswa dalam menyuarakan kondisi jalan yang rusak. 

Menurutnya, Jalan Sukamanah, lokasi aksi ini, merupakan akses utama masyarakat, namun kondisinya tidak layak disebut sebagai jalan karena dipenuhi lubang besar.

Fahri berharap Kang Dedi Mulyadi dapat mengunjungi Rumpin untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan dampak eksploitasi alam di wilayah tersebut.

“Kami ingin pemimpin daerah turun langsung dan melihat sendiri bagaimana kondisi kami di sini,” pungkasnya.

 

 

Kategori :