“Kami tidak setengah-setengah. Predikat Geopark Nasional yang diraih pada 2018 bukan sekadar label. Kami siap melangkah lebih jauh,” kata Rudy Susmanto.
Ia juga menyampaikan rencana integrasi promosi Geopark ke berbagai sektor, mulai dari hotel, sekolah, hingga perangkat desa. Ketika masuk ke kamar hotel, yang terbuka bukan hanya menu restoran, tapi juga informasi tentang Geopark Bogor Halimun Salak.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Bogor juga akan menyertakan Geopark Halimun Salak sebagai prioritas dalam postur APBD Perubahan 2025 hingga APBD murni 2029. Upaya perbaikan infrastruktur seperti jalan dan penunjuk arah juga tengah dilakukan untuk menunjang akses menuju kawasan Geopark.
“Kami pastikan, mulai dari Sentul hingga Nanggung, akan ada rambu-rambu penunjuk Geopark. Sekolah-sekolah di 15 kecamatan dan 172 desa juga akan menjadi agen promosi dan edukasi,” tandasnya.
Katanya, Geopark Bogor Halimun Salak adalah warisan Tuhan yang luar biasa.
"Kami siap merawat dan mengembangkannya bersama seluruh elemen masyarakat,"imbuhnya.
Selanjutnya, Ketua Tim pusat Survey Geologi Kementrian ESDM, Aries Kuswono menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempertahankan dan mengembangkan Geopark Nasional Bogor Halimun Salak.
Aries menegaskan bahwa tim penilai tidak datang untuk mencari kesalahan, melainkan untuk bersama-sama mencari jalan terbaik dalam membangun Geopark Halimun Salak menjadi lebih baik.