BogorAktual.id - Layanan moda transportasi Transjabodetabek rute Bogor-Blok M Jakarta akhirnya resmi beroperasional pada Kamis (5/6) Pagi.
Prosesi peresmian sekaligus flag off Transjabodetabek dengan nomor rute P11 itu dilakukan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jakarta, Rany Mauliani, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, dan Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza.
Trayek Transjabodetabek ini akan melintas di 20 titik pemberhentian di antaranya, 11 halte ada di Bogor dan 9 halte di Jakarta dengan jumlah 16 unit armada.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menuturtkan bahwa rute Bogor-Blok M ini merupakan koridor ke-14 untuk Transjabodetabek setelah sebelumnya selama satu bulan ini pihaknya meluncurkan sebanyak lima koridor baru.
"Ini merupakan jalur yang betul-betul ditunggu-tunggu oleh warga Bogor maupun tentunya warga Jakarta. Karena inilah yang secara langsung menghubungkan Bogor ke Blok M melewati 20 halte. 11 halte ada di Bogor, 9 halte ada di Jakarta," katanya Kamis (5/6).
Rata-rata jarak tempuh Transjabodetabek sekitar 90 menit sampai 110 menit tergantung situasi dan kondisi arus lalulintas dalam perjalanan.
Adapun tarif yang ditetapkan untuk menggunakan moda transportasi P11 ini tergolong murah yakni, Rp2.000 untuk pukul 05.00-07.00 WIB dan Rp3.500 pada pukul 07.00-22.00 WIB.
"Jumlah unit bus dari Blok M ke Bogor 16, kemudian jarak tunggu ataupun headway itu 15 menit. Jadi setiap 15 menit selalu ada bus yang akan melayani masyarakat," ucap Pramono.
Adapun rute perjalanan Transjabodetabek dari Jakarta berangkat dari Terminal Blok M jalur 5 dengan tujuan akhir Terminal Baranangsiang.
Pramono mengungkapkan, Pemerintah Jakarta akan bekerja sama dengan pemerintah yang ada di sekitar Jakarta, mulai dari Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi, Depok, dan seterusnya untuk tetap membuka jalur-jalur baru, yang harapannya nanti akan bisa menjadi Transjabodetabek.
"Ketika sudah menjadi Transjabodetabek tentunya pemerintah Jakarta dan juga pemerintah pendukung akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk diizinkan melakukan mengkoneksi sistem yang ada, sehingga orang akan menjadi lebih mudah untuk menggunakan transportasi publik," paparnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa saat ini kondisi lalu lintas Jagorawi sudah terlalu padat, sehingga hadirnya Transjabodetabek ini akan menggantikan pengguna kendaraan pribadi dari Jakarta-Bogor maupun Bogor-Jakarta untuk menggunakan transportasi umum.
"Alhamdulillah, hari ini setelah sekian lama (hampir 10 tahun) kami menunggu, ada jawaban yang pasti dari Transjabodetabek sampai sekarang mengaspal ke Bogor," ujar Dedie.
Menurutnya, dengan hadirnya moda transportasi koridor baru Transjabodetabek ini menjadi jawaban dari animo masyarakat yang besar, baik Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.
Rute dan Pemberhentian Transjabodetabek P11