“Rumah Zakat tadi menyampaikan akan beralih ke Kecamatan Bogor Selatan, semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan. Tapi bukan berarti Bogor Utara akan kami tinggalkan, tetap akan ada program bantuan di Bogor Utara, termasuk bantuan dari para PNS yang akan berpatungan,” ucapnya.
Sementara itu, Pimpinan Rumah Zakat, Siswanto menyampaikan bahwa 16 anak dinyatakan lulus setelah mengalami peningkatan status gizi dan perkembangan berat badan.
Ia mengatakan bahwa kualitas gizi tetap menjadi perhatian utama agar anak-anak memiliki pertumbuhan optimal dan mampu menjadi generasi unggul di masa mendatang, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.
“Selama 6 bulan kami mengintervensi 28 baduta dan alhamdulillah 16 anak sudah lulus dari stunting. Dari segi berat badan dan pertumbuhan sudah meningkat, tapi yang perlu kita harus garis bawahi bahwa gizi nya juga harus kita perhatikan,”ungkapnya.
Siswanto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengentasan stunting di Kota Bogor. Ia menyampaikan bahwa selanjutnya Rumah Zakat mengintervensi wilayah Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah dengan angka stunting yang tinggi.
Ia berharap, bantuan yang telah diberikan oleh Rumah Zakat akan menjadi penyemangat bagi Pemkot Bogor untuk dapat terus mendampingi anak-anak stunting di Kota Bogor.
“Insyaalah kita akan lanjutkan bantuan stunting di Bogor Selatan. Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Rumah Zakat ini dapat menjadi penyemangat untuk dapat terus mendampingi anak-anak stunting dan semoga data anak stunting di Kota Bogor bisa menurun,” pungkasnya. []