Adityawarman secara tidak langsung mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor untuk mengikis sikap acuh tak acuh dan berani mengambil peran dalam berkorban demi kebaikan bersama.
Ia menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah dan bangsa sangat bergantung pada kerelaan warganya dalam menekan ego kepantingan pribadi demi kemaslahatan keluarga, lingkungan, serta negara.
Kemudian Adityawarman membaca doa bersama agar seluruh ibadah kurban masyarakat diterima oleh Allah SWT, dosa-dosa diampuni, serta Kota Bogor senantiasa diberikan perlindungan dan keberkahan. []