“Malu membuang sampah sembarangan merupakan hal yang berkaitan erat dengan tingkat peradaban manusia. Kalau kita melihat sampah, bisa kita ambil, kumpulkan, kemudian kita pilah karena sampah juga bisa bernilai ekonomi,” ujarnya.
Di hadapan peserta WCD dan masyarakat yang tengah menikmati CFD, Dedie Rachim juga menyampaikan pesan yang pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk memuliakan sungai.
Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan sehingga sungai harus dijaga dan tidak dijadikan tempat membuang sampah.
“Lingkungan bersih merupakan bagian penting dari mengelola dan mengendalikan sampah yang akan menjadi gaya hidup kita,” tegas Dedie Rachim.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, pelaksanaan WCD tahun 2026 yang dikolaborasikan dengan kegiatan CFD diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemuda dan pemudi Kota Bogor untuk turut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hingga akhir September 2026, tim sosialisasi pilah dan pilih sampah telah melaksanakan 53 kali sosialisasi hingga tingkat RT.
“Pilah pilih sampah dari sumber menjadi fokus yang akan terus disosialisasikan dan diedukasikan. Secara transisi, kita akan mempersiapkan hal yang besar di Kota Bogor terkait PSEL yang akan beroperasi pada 2028,” kata Rudy. []