Kementan Evaluasi Fasilitas Rumah Potong Hewan Bubulak Bogor
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari saat meninjau RPH Bubulak. -Bogor Aktual -Istimewa
BogorAktual.id - Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama jajarannya menyambangi sejumlah pusat penjualan hewan qurban di Kota Bogor pada Rabu (12/6).
Dalam blusukan itu, Hery Antasari mengunjungi tiga tempat di antaranya lapangan kantor Badan Standarisasi Pertanian (BSP), Kementerian Pertanian di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah dan Rumah Potong Hewan (RPH) Terpadu di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.
Hery Antasari menuturkan, lawatannya tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kesiapan fasilitas pusat penjualan hewan qurban yang dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyambut Idul Adha.
"Dengan adanya penjualan hewan yang terpusat di tempat ini, keamanan daging dan kesehatan hewan dapat lebih terkontrol," katanya dikutip Kamis (13/6).
Sebab, sambung dia, bisa dipastikan bahwa hewan qurban yang dijual jelas sudah tersertifikasi melalui pengecekan khusus dan dinyatakan sehat.
Kendati demikian, dalam evaluasinya dirinya menyatakan bakal meningkatkan fasilitas di RPH Bubulak.
Langkah itu sebagai komitmennya untuk menjaga kualitas dan kebersihan RPH agar tetap optimal dalam melayani masyarakat.
“Untuk RPH, kita lihat hari ini kalau dari sisi fasilitas dan kelengkapannya masih berjalan dengan baik dan masih terjaga kebersihannya. Namun memang ada evaluasi dari Kementan bahwa sarana dan prasarana keseluruhannya harus ditingkatkan, dipelihara terutama tahapan higienis dan lainnya harus di jaga,” tutur Hery didampingi Kepala Dinas DKPP Kota Bogor Chusnul Rozaqi.
Ia menekankan, bahwa evaluasi dari Kementan tersebut menjadi catatan penting bagi RPH Bubulak.
Dalam hal ini, lanjut Hery, RPH Bubulak berperan penting dalam menyediakan pelayanan pemotongan hewan untuk masyarakat, dengan rata-rata puluhan sapi dan kambing atau domba yang dipotong setiap hari.
"Hal ini menjadi prioritas karena terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat akan daging dan produk ternak lainnya. Pemerintah harus hadir di sana, salah satu pelayanan yang meskipun bukan pelayanan dasar yang seksi dari masyarakat, tetapi kalau ada kejadian berkaitan dengan kesehatan hewan, arahnya pasti ke pemerintah karena berasal dari RPH-nya,” jelasn dia.
Untuk memastikan peningkatan fasilitas tersebut, Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Untuk itu Hery menegaskan, pentingnya penyempurnaan dan peningkatan fungsi RPH guna memberikan layanan yang lebih baik.
Ketika ditanya soal kapasitas RPH saat Idul Adha, Hery menjelaskan bahwa meskipun RPH mampu menampung hingga 100 ekor hewan dalam 24 jam, kapasitas tersebut bisa menjadi terbatas jika ada ribuan hewan yang harus dipotong.
Namun, ia memastikan bahwa RPH tetap dapat digunakan untuk pemotongan hewan qurban dengan jaminan kebersihan dan pemotongan sesuai syariat Islam.
“Saya pikir kalau ratusan bahkan ribuan hewan tidak akan menampung juga disini, karena disini kapasitasnya maksimal mencapai 100 kalau siang dan malam pemotongannya (24 jam). Tapi pada prinsipnya boleh, silahkan memotong di RPH ini kalau ingin ada jaminan pemotongannya sesuai dengan syariat Islam, kemudian kebersihannya terjaga dan sebagainya,” terang Hery.
Ia juga mengungkapkan, terkait retribusi pemotongan di RPH Bubulak sudah sesuai Perda Nomor 11 Tahun 2023, yakni Rp80 ribu per ekor untuk sapi/kerbau, Rp13 ribu per ekor untuk kambing/domba, dan Rp400 per ekor untuk unggas.
“Retribusi ini hanya mencakup biaya pemotongan saja, tanpa termasuk pencacahan daging,” pungkasnya. []
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News