Skema 4 Poros Paslon di Pilkada Kota Bogor Mencuat

Skema 4 Poros Paslon di Pilkada Kota Bogor Mencuat

Ilustrasi Pilkada 2024.-Bogor Aktual -Nanda Ibrahim

BogorAktual.id - Eskalasi politik di Kota Bogor menjelang mendekati tahapan pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 kian hangat dan dinamis. 

Hal itu diungkapkan Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi. Dalam catatannya, sedikitnya ada 8 nama figur yang berpeluang bertarung dalam kontestasi Pilkada Kota Bogor. 

Di antaranya, Atang Trisnanto, Dedie Rachim, Denny Mulyadi, Jenal Mutaqin, Raendi Rayendra, Rena Da Frina, Rusli Prihatevy dan Sendi Fardiansyah. 

Dengan begitu, dalam kontestasi pilkada November mendatang, nama-nama tersebut berpotensi membentuk skema 4 poros pasangan calon (Paslon). 

Pertama, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, dengan dukungan PAN dan Partai Gerindra, dengan jumlah 11 kursi. Kedua, Sendi Fardiansyah dan Rusli Prihatevy dengan dukungan Partai NasDem, Golkar, Demokrat dan PSI dengan jumlah 14 kursi. 

"Ketiga, Rayenda dan Deni atau Rena, dengan dukungan PKB, PPP dan PDIP dengan jumlah kursi 14 kursi. Keempat, Atang dan Deni atau Rena, yang didukung hanya oleh PKS 11 kursi," ujar Yusfitriadi kepada Bogor Aktual dikutip Minggu (18/8). 

Meski begitu, dirinya menilai bahwa tidak menutup kemungkinan adanya skema Pilkada Kota Bogor yang hanya akan diikuti oleh 3 paslon. 

Dalam konteks ini, Yus sapaanya, menggambarkan beberapa kemungkinan terbentuknya 3 poros tersebut. 

"Skema 3 pasangan calon bisa terjadi, karena rayendra walaupun elektabilitasnya tinggi, namun sampai saat ini belum ada partai yang pasti memberikan rekomendasi kepadanya," ucap dia. 

"Sehingga bisa jadi Rayenda bergabung dengan Atang atau PKS. Apakah dengan posisi Rayendra Calon Walikota dan PKS calon Wakil Walikota atau sebaliknya" tambah Yus. 

Pemantik Dinamisasi Politik

Yus menyebut, adanya dinamisasi tersebut dipicu oleh turunya surat tugas DPP Partai Gerindra kepada Jenal Mutaqin belum lama ini. 

Pasalnya, sambung dia, replikasi KIM pada Pilkada Kota Bogor dalam bentuk Koalisi Bogor Maju (KBM) sudah sampai pada kesepakatan politik dengan megawinkan Dedie Rachim dan Rusli Prihatevy. 

"Namun nampaknya eskalasi terakhir Rusli dan Partai Golkarnya marah dengan kondisi tersebut. Akhirnya membawa Rusli dan Golkar terindikasikan pecah kongsi dengan KBM," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News