Kesan Pesan Dedie Rachim Usai Menjadi Pemenang Hasil Hitung Cepat Pilkada Kota Bogor
Calon Wali Kota Bogor, Nomor Urut 3, Dedie A. Rachim saat menerima ucapan selamat dari para pendukungnya di Posko Pemenangan Djuara, Ciremai, Kota Bogor, Rabu (27/11) Malam. -Bogor Aktual-Nanda Ibrahim
BogorAktual.id - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor versi quick count Kompas.com.
Dedie-Jenal unggul sementara dengan persentase 37,78 persen dengan total suara yang masuk sebesar 96,50 persen per pukul 20.00 WIB pada Rabu (27/11).
Sementara pada posisi kedua ditempati pasangan Atang Trisnanto - Annida Allivia dengan raihan 27,34 persen. Sedangkan duet dokter Rayendra - Eka Maulana ada di posisi ketiga lantaran meraup 14,05 persen.
Kemudian disusul pasangan Rena Da Frina - Teddy Risandi sebesar 10,98 persen. Sedangkan posisi terakhir adalah duet Sendi Fardiansyah - Melli Darsa sebesar 9,77 persen.
Menanggapi hal itu, Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim mengaku bersyukur dengan hasil quick count tersebut. Menurutnya, hitung cepat itu adalah representasi dari penghitungan resmi.
"Alhamdulillah dari hasil hitung cepat, Dedie - Jenal berhasil memenangkan pilkada. Kami berterimakasih kepada Allah lantaran telah memberikan jalan meraih kemenangan. Begitu juga kepada keluarga besar, relawan, partai koalisi, dan seluruh masyarakat," kata Dedie saat ditemui di Posko Pemenangan Bogor Beres pada Rabu (27/11) Malam.
Dedie juga menyebut bahwa secara ilmiah, quick count adalah potret lapangan dari hasil pemilu.
"Kurang lebihnya akan dihitung secara manual oleh KPU Kota Bogor," ungkap Dedie.
Dirinya juga meminta agar para pendukung tidak berlebihan dalam menyikapi hasil quick count.
"Kita harus hormati prosesnya. Tunggu hasil resmi penghitungan oleh KPU," jelasnya.
Kata Dedie, pihaknya mempunyai banyak PR untuk membenahi Kota Bogor ke depannya.
"Kami akan jawab dengan kerja keras, cerdas, sejahtera, sehat, lancar untuk Kota Bogor," tegasnya.
Selanjutnya, Dedie menyebut bahwa pihaknya akan fokus kepada masalah pendidikan dalam 100 hari kerja ke depan.
"PPDB online, zonasi harus dibenahi agar masalah klasik tidak terjadi kembali," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News