Pro Kontra Peralihan Cukai Rokok untuk Suntik Program MBG

Pro Kontra Peralihan Cukai Rokok untuk Suntik Program MBG

Ilustrasi: Cukai Rokok. -Bogor Aktual-Nanda Ibrahim

BogorAktual.id - Mencuatnya usulan DPR yang mendorong untuk mengalihkan cukai rokok ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya dipertimbangkan secara mendalam. 

Meskipun pendapatan yang dihasilkan dari cukai rokok sangat besar, yaitu mencapai Rp 150 triliun per tahun, namun penggunaannya untuk MBG dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, nilai tersebut bisa sangat membantu pendanaan MBG yang nilainya ditaksir mencapai Rp 420 triliun per tahun.

Pengamat Kebijakan Publik dari UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyoroti bahwa menggunakan dana dari cukai rokok untuk MBG dapat memicu peningkatan konsumsi rokok, yang pada akhirnya akan menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit paru-paru, jantung, dan kanker semakin meningkat. 

BACA JUGA:Catatan Wamendagri Bima Arya untuk Program Makanan Bergizi Gratis

Hal ini tentu bertentangan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka perokok, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

"Di balik daya tariknya, gagasan penggunaan cukai rokok bagi MBG juga menyimpan sejumlah masalah mendasar yang perlu dipertimbangkan secara serius," katanya dalam keyerangan tertulis, Minggu (19/01). 

“Pertama, soal kontradiksi moral dan kebijakan kesehatan,” imbuh Achmad. 

Selain itu, penggunaan dana cukai rokok untuk MBG juga dapat menimbulkan ketidakstabilan pendapatan. 

Pasalnya, pendapatan dari cukai rokok cenderung tidak stabil dan bisa menurun dalam jangka panjang, terutama jika kebijakan pengendalian tembakau berhasil diterapkan. 

BACA JUGA:Presiden Prabowo: Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Anggaran 2025

Achmad menekankan, jika MBG terlalu bergantung pada dana dari cukai rokok, maka keberlanjutan program ini akan terancam, terutama ketika pendapatan dari cukai mulai menurun.

“Kenaikan tarif cukai atau penurunan jumlah perokok aktif dapat berdampak langsung pada penerimaan negara dari sektor ini. Jika MBG terlalu bergantung pada dana cukai rokok, keberlanjutan program ini akan terancam, terutama ketika pendapatan dari cukai mulai berkurang,” papar dia. 

Oleh karena itu, Achmad menyarankan agar Pemerintah mencari sumber pendanaan MBG dari berbagai sumber lain, seperti memperbaiki sistem perpajakan, meningkatkan efisiensi belanja negara, dan meminimalkan kebocoran anggaran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News