Kejanggalan Seleksi SPMB Jalur Afirmasi Tingkat SMP Negeri di Kota Bogor
Ilustrasi: Pendaftaran SPMB Online. -Bogor Aktual-Redaksi
BogorAktual.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri tahun ajaran 2025 di Kota Bogor timbulkan kejanggalan.
Salah satunya proses seleksi SPMB pada jalur afirmasi. Alih-alih untuk menerima calon peserta didik dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas, namun jalur khusus tersebut diduga meloloskan calon peserta didik dari keluarga mampu dan sehat.
Hal itu diungkapkan salah seorang orangtua murid, Dwi Puspita yang mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 4 Kota Bogor.
Kecurigaannya muncul saat putra sulungnya berinisial MA dinyatakan tidak lolos seleksi SPMB di SMP Negeri 4 Kota Bogor melalui jalur domisili.
"Saat pendaftaran SPMB dibuka, anak kami langsung didaftarkan ke SMP Negeri 4 secara online melalui jalur domisili, dan dibantu wali kelasnya. Tapi saat pengumuman, ternyata anak saya tidak diterima," kata Dwi dikutip Jumat (4/7).
BACA JUGA:DPRD Buka Posko Pengaduan Kecurangan SPMB, Komisi IV Pasang Badan
Kekecewaan Dwi semakin besar setelah mengetahui bahwa salah satu teman sekelas anaknya, ZF diterima di sekolah yang sama melalui jalur afirmasi.
Padahal, menurutnya, orangtua ZF berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi pun tidak masuk ke dalam kategori disabilitas.
"Ada yang aneh. Anak saya tidak diterima, tapi temannya yang juga dari sekolah dan kelas yang sama justru lolos jalur afirmasi, padahal keluarganya tergolong mampu. Ini patut dipertanyakan," lirih Dwi.
Ia menilai sistem seleksi online yang diterapkan tahun ini tidak transparan dan merugikan banyak pihak.
"Padahal tujuan jalur afirmasi jelas untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi kelompok masyarakat yang rentan dan memiliki keterbatasan akses pendidikan," imbuhnya.
BACA JUGA:Car Free Day Kota Bogor, Dedie Rachim Buka Opsi Lokasi Baru
Dwi pun mengaku menyuarakan keluhan ini atas nama banyak orangtua murid lain yang mengalami hal serupa.
"Intinya kami kecewa dan berharap Disdik Kota Bogor bisa mengevaluasi sistem SPMB online ini agar ke depan lebih adil dan transparan," tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News