Ciptakan Kontribusi Terbaik Indonesia, Komisi IV DPR RI Apresiasi Inovasi Riset Pertanian di Kota Bogor

Ciptakan Kontribusi Terbaik Indonesia, Komisi IV DPR RI Apresiasi Inovasi Riset Pertanian di Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menuturkan bahwa keberadaan lembaga riset dan pendidikan di Kota Bogor berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia.-Bogor Aktual -Pemkot Bogor

“Di sinilah peran para ahli riset untuk terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi Indonesia,” ucapnya.

 

Pada kunjungan ini, Komisi IV DPR RI melihat berbagai hasil riset dari BRMP, di antaranya ayam kampung unggul baru, inovasi hortikultura terbarukan, teknologi pertanian, hilirisasi, dan lainnya.

 

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, memberikan apresiasi terhadap kehadiran ayam kampung unggul baru yang berukuran besar dan mampu menghasilkan hingga 250 butir telur per ekor per tahun. Tak hanya itu, ia juga memberikan pujian terhadap bawang berukuran besar yang dihasilkan dari BRMP.

 

“Dari sini kami di Komisi IV akan mendorong hasil penelitian di sini agar disebarluaskan ke seluruh Indonesia, sehingga kita bisa swasembada telur dan bawang. Kita sudah swasembada jagung dan beras, dan ke depan produk lain, termasuk bawang dan kedelai, juga harus swasembada agar tidak selalu impor,” ujarnya.

 

Titiek Soeharto menjelaskan bahwa kehadiran Komisi IV DPR RI juga merupakan wujud kepedulian DPR RI dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memastikan lembaga di sektor pertanian benar-benar berjalan efektif, tepat sasaran, dan membawa manfaat nyata bagi pertanian Indonesia.

 

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, mengatakan bahwa proses penelitian memerlukan waktu yang cukup panjang. Ia mencontohkan, untuk menghasilkan satu varietas unggul mangga diperlukan waktu hingga 10 tahun.

 

“Jadi, jika berbicara penelitian, hasilnya tidak bisa langsung dirasakan. Namun ini merupakan investasi, karena jika tidak kita kerjakan, kita akan semakin tertinggal dan terus melakukan impor. Ini tentang mau atau tidaknya kita melakukan perubahan. Karena perlu waktu untuk menyiapkannya, dan itu harus terus dilakukan,” ujarnya.

 

Ia menyebutkan bahwa inovasi pertanian merupakan kunci bagi Indonesia untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pemkot bogor