DPRD Kota Bogor Nonaktifkan Ribuan Bansos Warga Terindikasi Aktivitas Perjudian Online

DPRD Kota Bogor Nonaktifkan Ribuan Bansos Warga Terindikasi Aktivitas Perjudian Online

Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Bogor memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dampak judi online (Judol) menyusul temuan ribuan warga yang bantuan sosialnya (bansos) dinonaktifkan karena terindikasi terlibat aktivitas perjudian daring.-Bogor Aktual -Pemkot Bogor

BogorAktual.id - Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Bogor memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dampak judi online (Judol) menyusul temuan ribuan warga yang bantuan sosialnya (bansos) dinonaktifkan karena terindikasi terlibat aktivitas perjudian daring.

 

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Rabu 4 November 2026.

 

‎Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, mengatakan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa Bogor Selatan dan Kota Bogor masuk dalam wilayah dengan Transaksi judi online yang menjadi perhatian nasional.

‎

‎“Ini bukan lagi soal angka, tapi hak warga yang direnggut,” ujar Fajar.

‎

‎Berdasarkan temuan yang menjadi latar belakang RDP, sebanyak 14.595 warga Kota Bogor tercatat mengalami penonaktifan bantuan sosial karena terindikasi terlibat judi online.

‎

‎Data PPATK yang dirilis melalui Menko Polhukam pada Juni 2024 menempatkan Kecamatan Bogor Selatan di posisi pertama nasional untuk nilai transaksi judi online tertinggi di tingkat kecamatan. Nilainya mencapai Rp349 miliar dengan jumlah 3.720 pelaku.

‎

‎Sementara di tingkat kota dan kabupaten, Kota Bogor berada di peringkat kedua nasional dengan nilai transaksi mencapai Rp612 miliar, setelah Jakarta Barat.

‎

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pemkot bogor