Alasan Kuat di Balik Intensitas Pelaksanaan Retret di Akmil Magelang, Ini Kata Mendagri Tito!
Mendagri Tito Karnavian bersama Wakilnya, Bima Arya saat menghadiri Retret Kepala Daerah di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. -Bogor Aktual-Istimewa
BogorAktual.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyampaikan sejumlah alasan terkait pelaksanaan program Retret yang diikuti ratusan kepala daerah selama tujuh hari di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Diketahui, meski bukan program baru, format Retret Kepala Daerah kali ini lebih intensif, dengan berbagai materi yang mengedepankan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah konsep retret yang menyerupai pelatihan militer, di mana para peserta mengenakan seragam loreng dan mengikuti berbagai latihan fisik serta pembelajaran strategi pemerintahan.
Mendagri Tito Karnavian menyebut, bahwa pentingnya retret ini adalah sebagai forum bagi seluruh kepala daerah untuk saling mengenal satu sama lain.
"Inilah momentum untuk saling mengenal, karena kalau sudah kembali ke daerah masing-masing, mereka akan sibuk dengan urusannya sendiri," ujarnya dikutip Minggu (23/2).
BACA JUGA:Dedie Rachim Kenakan PDL Satpol PP dalam Retret Kepala Daerah
Ia menegaskan, kegiatan retret ini sangat penting bagi kepala daerah agar memiliki bekal yang cukup sebelum menjalani lima tahun masa jabatan.
"Inilah kepentingan bangsa dan untuk kepentingan rakyat masing-masing. Kepala daerah dipilih oleh rakyat, dan mereka harus mempertanggungjawabkan amanah itu kepada rakyat kembali," tegasnya.
Tak hanya itu, Tito juga menyinggung terkait sistem pengelolaan APBD yang selama ini menurutnya tidak efisien.
Di mana, sambung dia, terlalu banyak anggaran yang dihabiskan tanpa perencanaan matang.
BACA JUGA:Kegiatan Retret di Magelang, Inspirasi Baru untuk Kabupaten Bogor
"Sehingga berdampak pada program-program yang kurang efektif. Seperti perjalanan dinas dan rapat-rapat yang sebenarnya bisa dilakukan secara daring melalui Zoom," tuturnya.
"Saya akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada semua daerah terkait item apa saja yang harus diefisiensikan dan bagaimana caranya. Kemudian, itu akan dimonitor melalui sistem kami dan ditembuskan kepada Mendagri untuk ditindaklanjuti," imbuh Tito.
Kendati begitu, dirinya juga mendorong agar target-target pembangunan harus tetap berjalan dan tidak boleh dikorbankan hanya demi efisiensi yang tidak tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News