Mengenal Lebih Dekat Penanganan Stroke: Mengapa Golden Period Sangat Penting?
Dokter Spesialis Neurologi Intervensi di Siloam Hospital Bogor, Ricky C. Kohar. -Bogor Aktual-Istimewa
BogorAktual.id - Serangan stroke dapat terjadi secara mendadak, sehingga penanganan stroke yang cepat dan tepat menjadi kunci dalam pengobatan dan pemulihan stroke.
Stroke harus segera ditangani dalam 4,5 jam pertama (Golden Period) untuk memaksimalkan peluang kesembuhan. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin berkurang risiko kerusakan otak yang lebih luas.
Siloam Hospitals Bogor menjadi salah satu rumah sakit yang telah tersertifikasi Stroke Ready Hospital.
Dokter Spesialis Neurologi Intervensi di Siloam Hospital Bogor, Ricky C. Kohar menuturkan, bahwa Siloam Hospitals Bogor siap menangani dan memberikan penanganan stroke yang komprehensif.
Mulai dari awal pengobatan hingga pada kelangsungan program rehabilitasi medis yang juga berperan penting.
Sehingga tidak hanya dapat sembuh namun juga pulih seutuhnya dengan memastikan pasien dapat Kembali ke rutinitas dan aktifitas sehari-hari nya seperti normal.
BACA JUGA:Tingkatkan Pengawasan Lingkungan di Cijeruk Bogor, Menteri LH Segel Awan Hills dan BSS
Meskipun demikian, masih ada yang belum mengetahui bahwa seiring berkembangnya teknologi Kesehatan, kini terdapat Teknik Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk diagnose dan terapi stroke.
"Kami dilengkapi dengan tim medis yang siaga 24/7 dan kompeten di bidannya serta fasilitas lengkap," kata Ricky C. Kohar pada Kamis (27/3).
DSA adalah prosedur pemeriksaan diagnostic semi invasif yang dilakukan untuk memberikan gambaran penyumbatan, pendarahan, atau kelainan pembuluh darah otak.
Ricky menjelaskan, teknik DSA dapat diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien stroke sumbatan pada rentang waktu serangan yang baru terjadi dan stroke pendarahan akibat pecahnya pembulu darah abnormal yang rapuh.
Metode DSA, sambung dia, dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pangkal paja atau pembuluh darah tangan. Kemudian alat kateter dimasukan menuju ke target tempat yang dicuragai terdapat kelainan.
Meskipun dinilai minim risiko, namun tindakan DSA ini tidak disarankan bagi pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal dan hipersensitif terhadap media kontras yang mengandung iodium teknik DSA ini dapat membantu mengevaluasi stroke dan mencegah serangan kedua pada para penderita stroke selain pentingnya untuk rutin kontrol ke dokter, menjaga pola hidup, kelola stress dan faktor lain yang menjadi pemicu stroke.
"Tidak perlu khawatir jika ada keluarga atau orang sekitar kita yang terkena serangan stroke, kuncinya adalah hubungi rumah sakit yang memang telah siap dalam penanganan stroke sehingga penanganan dalam golden period dapat dimaksimalkan. Untuk kasus emergency hubungi ambulans Siloam Hospitals di 1-500-911," tandasnya. []
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News