Ketua RT di Desa Tlanjung Udik Sulap Aset Kelompok Tani Menjadi Pos Ronda Tuai Protes: Sikapnya Arogan!
Ilustrasi: Lokasi aset Poktan Seroja, Desa Tlanjung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. -Bogor Aktual-Istimewa
BogorAktual.id - Oknum Ketua RT di RW 19, Desa Tlanjung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor tengah menjadi sorotan kelompok Tani (Poktan) Seroja akibat ulahnya mengalih fungsikan salah satu aset di wilayah setempat.
Aset tersebut berupa lahan milik Poktan Seroja yang sebelumnya dibangun menggunakan dana bantuan pemerintah desa (Pemdes) yang dimanfaatkan warga untuk meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan masyarakat.
Namun Ketua RT berinisial E itu tega "merampas" aset tersebut dan memilih membangun Pos Keamanan atau Pos Ronda.
Dari rekaman suara yang tersebar luas, Ketua RT yang bersikap seperti pejabat daerah tersebut menegaskan bahwa dia berhak atas aset Poktan Seroja lantaran dirinya memegang kekuasaan di wilayah setempat.
"Inget, RT nya saya sekarang, segala bentuk kegiatan kalo gak ada izin dari saya akan saya bubarkan," ancamnya dalam rekaman suara yang menyebar di grup lingkungan warga.
BACA JUGA:Kebon Kalapa Rawan Longsor, Warga Ditawarkan Pindah ke Rusun Cibuluh
Sementara, Ketua Poktan Seroja, Ferry menyayangkan atas langkah Ketua RT yang dinilai arogan tersebut.
Pasalnya, sambung dia, keputusan untuk mengalihfungsikan aset Poktan Seroja itu diambil sepihak tanpa seizin pihaknya.
"Baja ringan itu aset Poktan Pokja 19 yang sudah di RAB kan Tahun 2023 karena kami mendapatkan bantuan dari dana desa saat itu," ungkap Ferry kepada wartawan dikutip Sabtu (3/5).
"Siapapun tidak bisa untuk mengalihfungsikan sembarangan aset tersebut, karena itu pertanggungjawaban Poktan. Saya yang bertanggungjawab akan hal itu," geramnya.
Terpisah, Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim menegaskan bahwa setiap keputusan dan langkah yang diambil tentu memiliki konsekuensi khususnya di lingkungan masyarakat.
Untuk itu, dirinya menyatakan bakal memanggil Ketua RT dalam waktu dekat ini.
"Nggak bisa seenaknya, semua ada pertanggungjawabannya. Saya akan panggil hari Senin mendatang," tegas Yusuf. []
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News