Telan Korban Jiwa, Ini Kejanggalan di Proyek Pembangunan SDN Gang Aut Kota Bogor

Telan Korban Jiwa, Ini Kejanggalan di Proyek Pembangunan SDN Gang Aut Kota Bogor

Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan sidak ke lokasi proyek revitalisasi SDN Gang Aut, Kota Bogor belum lama ini. -Bogor Aktual-Istimewa

"Pengawas itu dibayar untuk mengawasi, jadi tidak boleh absen di lokasi. Mereka yang pertama kali menentukan mana pekerjaan yang berisiko dan mana yang aman," geramnya. 

Dirinya pun mempertanyakan keberadaan konsultan pengawas dan kejelasan struktur organisasi proyek. 

"Kami tanya kantornya di mana, mereka bingung. Ini menimbulkan banyak pertanyaan, bahkan direktur proyek juga tidak hadir, katanya sedang berada di Pangandaran," bener Benn sapaannya. 

Saat disinggung mengenai adanya kemungkinan proyek tersebut di-subkon-kan. Benn menyatakan bahwa akan memperdalam hal tersebut dalam rapat kerja nantinya.

"Kami akan dalami dalam rapat kerja," ucap politisi NasDem tersebut. 

Sementara itu, Anggota Komisi III, Subhan, menyebut adanya indikasi kekeliruan dalam tahap perencanaan proyek. 

"Ada kekurangan dari perencanaan yang menjadi wewenang Disdik. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi ke depan," ucapnya.

BACA JUGA:Pemkot Bogor Pastikan Kelanjutan Proyek Jalan R3 Hingga Perbatasan Sungai Ciliwung

Subhan berharap ke depan semua OPD, termasuk Disdik, lebih selektif dan teliti dalam merancang, mengelola, serta mengawasi proyek-proyek besar agar kejadian serupa tidak terulang.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Revitalisasi SDN Gang Aut, Ari Syarifudin, mengatakan bahwa Disdik sudah melaksanakan sesuai prosedur mulai dari tatap muka sejak pra penunjukan, pemenang, penyampaian Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPBJ) hingga rapat pra kontrak.

"Langkah selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait penyelidikan atau tindaklanjutnya pasca kejadian. Jika hasilnya memang ada yang harus di evaluasi dan dikoreksi yaa berarti itu saja yang dilakukan dan pekerjaan bisa tetap dilanjutkan," papar Ari. 

Jika ada penundaan pekerjaan, sambung dia, tentu ada risiko juga terhadap pelaksanaan pembangunan apalagi ini pembangunan strategis yang akan melalui dua tahun anggaran, artinya tahun ini pembangunan lantai satu dan tahun depan lantai dua.

"Kalau tertunda atau bahkan dihentikan, tentu pembangunan juga akan mundur tidak akan selesai tahun ini. Tetapi kami serahkan kembali ke pimpinan seperti apa kebijakan, kami hanya sebagai PPK punya kewenangan untuk mengevaluasi dan menentukan berdasarkan hasil masukan dan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat," terang Ari. 

Pihaknya berharap polemik tersebut tidak menghambat pembangunan karena perencanaan pembangunan SDN Gang Aut.

"Semoga bisa terus berlanjut sampai selesai karena bersangkutan dengan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak atau manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Kota Bogor," tandasnya. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News