Pelayanan kesehatan Porprov XV Jawa Barat 2026 didukung jejaring 62 fasilitas kesehatan di Kota Bogor dan wilayah penyelenggara lainnya.
"Jejaring tersebut mencakup PSC 119 sebagai unsur pelayanan kegawatdaruratan, 25 Puskesmas di Kota Bogor, 22 rumah sakit di Kota Bogor, 2 klinik di Kota Bogor, serta 12 fasilitas kesehatan pendukung di luar Kota Bogor. Jejaring ini mendukung pelayanan medis lapangan, penanganan kegawatdaruratan, dan sistem rujukan selama pertandingan," ungkap Erna.
Jejaring rujukan mencakup 23 rumah sakit, terdiri atas 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor dan 11 rumah sakit rujukan di luar Kota Bogor.
Sebanyak 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung penanganan cedera atau kecelakaan selama kegiatan olahraga.
Rumah sakit tersebut antara lain RS Bogor Senior Hospital (BSH), RS Melania, RS PMI, RS Islam, RS Azra, RS Vania, RSUD Kota Bogor, RS Siloam, RS Hermina, RS Mulia, RS Ummi, dan RS Mayapada.
Selain itu, sebanyak 22 rumah sakit di Kota Bogor juga disiagakan untuk memberikan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Penanganan cedera olahraga atlet diprioritaskan melalui rumah sakit mitra BPJS Ketenagakerjaan dengan koordinasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Pelayanan medis menggunakan sistem dua lapis. Lapis pertama melibatkan tim medis Puskesmas dan PSC 119 yang bersiaga langsung di area pertandingan (field of play) untuk memberikan pertolongan pertama, stabilisasi pasien, dan penanganan awal kegawatdaruratan.