Lapis kedua melibatkan tim rumah sakit yang mendukung penanganan lanjutan melalui pos kesehatan terpadu, antara lain di GOR Pajajaran dan Green Forest.
Kesiapan peralatan meliputi 18 unit Automated External Defibrillator (AED), 36 Emergency Kit, Long Spine Board untuk evakuasi cedera tulang belakang, serta sistem komunikasi dan rujukan kegawatdaruratan melalui SPGDT.
"Persiapan pelayanan kesehatan mencakup koordinasi lintas wilayah dengan lima kabupaten/kota penyelenggara, penetapan Tim Pelaksana Pelayanan Kesehatan dan pembagian tugas, koordinasi dengan rumah sakit untuk kesiapan IGD dan sistem rujukan, pelatihan tim kesehatan untuk penanganan kegawatdaruratan dan cedera olahraga, penyiapan obat-obatan, bahan medis habis pakai, dan peralatan kegawatdaruratan, serta pengecekan kesiapan venue, lokasi pelayanan medis, akses ambulans, jalur evakuasi, dan kesehatan lingkungan," ujarnya.
Tanggal 15 November 2026 diproyeksikan menjadi salah satu hari dengan kebutuhan dukungan medis tertinggi di Kota Bogor. Pada hari tersebut, 10 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung secara bersamaan.
Sebanyak 19 ambulans beserta tim medis disiapkan untuk bersiaga secara serentak, disertai penguatan koordinasi pelayanan kesehatan dan sistem rujukan.
Selain pelayanan medis, Dinkes Kota Bogor memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pengawasan kesehatan lingkungan serta keamanan pangan.
Langkah yang dilakukan meliputi penerbitan edaran kewaspadaan keamanan pangan, penyampaian informasi mengenai katering dan jasa boga bersertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pemeriksaan kualitas air bersih dan kelayakan toilet atau kamar mandi, pengawasan pengelolaan sampah, serta pengendalian vektor penyakit di lingkungan venue pertandingan.
"Pengawasan ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan serta mencegah kejadian luar biasa keracunan pangan," ujarnya.