Sistem kewaspadaan dini penyakit juga diperkuat sebelum, selama, dan setelah penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Upaya tersebut meliputi pemantauan penyakit menular, terutama ISPA dan diare, kewaspadaan terhadap dehidrasi dan kelelahan ekstrem pada atlet, penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), serta kesiagaan Tim Gerak Cepat untuk merespons potensi kejadian luar biasa atau peningkatan kasus penyakit.
Dinkes Kota Bogor mengajak atlet, ofisial, panitia, penonton, dan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 yang aman, sehat, bersih, dan tertib.
Masyarakat diimbau untuk tidak merokok di seluruh lokasi pertandingan, karena seluruh venue merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan venue dan membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan dan minuman yang aman serta memenuhi persyaratan kesehatan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mematuhi ketentuan keselamatan dan ketertiban serta arahan petugas, dan segera menghubungi petugas kesehatan atau panitia apabila membutuhkan pertolongan medis.
Erna menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan melalui kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan, sistem penanganan kegawatdaruratan, serta penguatan upaya promotif dan preventif.
"Dinas Kesehatan Kota Bogor siap mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 dengan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan peserta serta masyarakat,” ujarnya. []